Postingan

KEMATIAN NABI SULAIMAN DAN KETIDAKTAHUAN JIN AKAN PERKARA GHAIB

"Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada jin yang mampu menunjukkan tanda kematiannya, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Tatkala ia rubuh di atas tanah tanpa nyawa, jelaslah bagi jin-jin bahwa mereka tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Andaikata mereka mengetahui hal-hal yang gaib, tiadalah mereka akan bertahan lebih lama menganiyaya diri dalam siksaan kerja paksa yang menghinakan." (Qur'an Surat Saba ayat 14) Sewaktu nabi Sulaiman telah meninggal, tak ada jin yang tahu. Mereka terus menerus bekerja karena menyangka bahwa Nabi Sulaiman masih hidup, sebab masih berada pada posisi berdiri sambil berpegangan pada tongkatnya. sementara itu, rayap terus menerus memakan tongkatnya. Kematian Nabi Sulaiman diketahui setelah ia rubuh ke tanah karena tongkatnya telah patah dimakan rayap. Hal ini membuktikan bahwa jin tidak mengetahui hal yang gaib, dan Allah ta'ala mengabarkan hal itu didalam ayat diatas. Kalaulah sekiranya jin-jin itu tahu hal yang ga...

SYI'AH DIMATA PENDIRI BANGSA

Para pendiri bangsa kita, jauh sebelumnya telah mewanti-wanti atas kesesatan syi'ah. Mohammad Natsir didalam salah satu tulisannya yg dimuat dimajalah Al-Manar, dimasanya telah menjelaskan syi'ah rafidhah yang sampai memuja-muja imam-imam mereka seperti Tuhan dan menyerupakan Tuhan dengan makhluk. Menurut beliau, jika dibandingkan dgn kesesatan mu'tazilah, kesesatan syi'ah jauh lebih besar. Beliau rahimahullah juga menyinggung Abdullah bin Saba sebagai seorang dari golongan syi'ah yg pernah berkata kepada Ali, "Engkaulah sebenarnya tuhan itu". (Lihat: Capita Selecta) Sebagaimana Buya Natsir, begitu pula dengan Prof. Rasyidi, sahabat karib Buya M. Natsir. Beliau justeru lebih tegas lagi dengan menuliskan satu buku khusus untuk menjelaskan kepada ummat Islam Indonesia tentang bahaya dari penyimpangan aqidah syi'ah ini. Agar ummat Islam Indonesia yg berfahamkan Ahlussunnah Wal Jama'ah tidak terbuai dgn revolusi Iran pada zaman itu, yg sejatinya revol...

MEMINTA KEPADA JIN

Bagi mereka yang masih bersekutu dan suka meminta pertolongkan kepada para Jin. Maka, pahamilah arti dari ayat berikut ini. "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.(Surah al-Jin ayat 6) Dalam Kitab Tafsir Jalalain di Sebutkan maksud ayat diatas: "Dan bahawasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan (memohon perlindungan) kepada beberapa laki-laki di antara jin di dalam perjalanan mereka sewaktu mereka beristirahat di tempat yang menyeramkan, lalu masing-masing orang mengatakan, aku berlindung kepada penunggu tempat ini dari gangguan penunggu lainnya yang jahat (maka jin-jin itu menambah bagi mereka) dengan permintaan perlindungannya kepada jin-jin itu (dosa dan kesalahan) kerana mereka mengatakan, bahawa kami telah dilindungi oleh jin anu dan orang anu." Mintalah pertolongan dan Perlindungan kepada ...

MANHAJ DAN SIYASAH

"Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Shalih bin Fauzan hafidzahullah menjelaskan perbedaan antara aqidah dan manhaj, beliau berkata; Manhaj lebih umum daripada aqidah. Manhaj diterap didalam aqidah, suluk, akhlak, muamalah, dan dalam semua lini kehidupan seorang Muslim. Setiap langkah yang dilakukan oleh seorang Muslim disebut Manhaj. Adapun yang dimaksudkan dgn aqidah adalah pokok iman, makna dua kalimat syahadat, serta konsekuensinya, inilah aqidah." (Yazid bin Abdul Qadir Jawas: Mulia Dengan Manhaj Salaf, hlm: 13-14) Dari penjelasan mengenai makna dan definisi manhaj diatas, maka dapat kita pahami bahwa manhaj adalah berupa pandangan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan bagi seorang muslim didalam menapaki kehidupan didunia. Yang kemudian pandangan hidup itu mengharuskan bagi seorang muslim untuk berorientasi kepada kaum Salaf sebagai sebaik-b...

RELATIVISME AGAMA

Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagaimana paham dan pandangan etis penganutnya, relativisme menganggap bahwa, setiap pemeluk ajaran agama yang berbeda, sejatinya mereka menuju hakikat ketuhanan yang sama, namun tata pelaksanaannya sajalah yang berbeda. Relativisme juga berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya yang dihasilkan oleh masyarakatnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagoras, Pyrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik dan Sopis. Maka, sejatinya orang-orang yang menganut paham relativisme ini adalah orang-orang yang tdk memiliki pendirian dan keyakinan. Sebab menurut penganutnya, semuanya sama dan tidak ada kebenaran mutlak. Kita ...

HANYA DENGAN KEMBALI KEPADA ALLAH, MAKA KEHINAAN ATAS UMMAT INI AKAN SIRNA

Oleh: Tiar Garusu Penindasan akan melahirkan kesadaran, apapun bentuknya. Baik kesadaran klas dalam perspektif komunisme, atau pun kesadaran dalam beragama. Sebab sudah menjadi sunnatullah bahwa penindasan manusia atas manusia, akan melahirkan kesadaran untuk melawan. Dahulu ummat Islam Bosnia tak dapat lagi dibedakan dengan ummat nashrani Serbia. Semuanya bercampur sebab akibat kehidupan yang teramat sekuler. Miras, sex bebas, dan berbagai hal yg diharamkan oleh syariat, semuanya menjadi hal yg biasa untuk dilakukan, sebagaimana anda dapat melihat keumuman budaya sekuler di negara-negara barat eropa, maka sebegitu juga denga pola kehidupan muslim Bosnia. Tidak ada lagi skat pemisah antara kekafiran dan keimanan. Kesadaran beragama ummat Islam bosnia baru tergugah, itu berawal ketika penindasan yang mereka dapatkan dari bangsa serbia, bahwa apa yang mereka lakukan selama ini, yakni jauh dari syariat Allah, justeru menjadi kelemahan bagi diri mereka sendiri. Sejarah mencatat, akibat ...

TAUHID SEBAGAI ASAS PERADABAN ISLAM

Oleh: Tiar Garusu Ciri utama dari agama Islam ialah tidak membenarkan suatu pertentangan, serta pemisahan antara kehidupan beragama dan kehidupan duniawi. Islam tidak sekedar membatasi diri untuk membina ketinggian rohani dan akhlaq semata-mata. Ruang lingkup konsep serta peraturan yang dikemukakan oleh Islam mencakupi segala aspek kehidupan insan. Islam bukan saja hanya dapat mengatur pola ketertiban diri perindividu, namun justeru dapat pula mengatur ketertiban kehidupan masyarakat secara umum, kedalam pola-pola yang sehat dan bersih sehingga apa yang dikehendaki oleh Allah dapat dibangun dalam bentuk kenyataan di atas muka bumi ini. Dengan demikian, keamanan, kebahagiaan dan kemakmuran akan memenuhi segenap pelosok muka bumi. Cara hidup Islam didasarkan atas wahyu dgn menggunakan satu pendekatan yang unik serta sejalan dengan fitrah manusia, dan ia merupakan konsep istimewa tentang kedudukan insan dalam alam semesta ini. Itulah sebabnya mengapa perlunya kita memahami terlebih dah...